Senin, 03 Maret 2014

Doa Dan Cita-cita

Sebagai anak muda kita pasti memiliki cita-cita dan harapan, kita sebagai siswa dan mahasiswa tentunya kita memiliki harapan untuk sukses dalam bangku pendidikan, kita yang sedang mencari pekerjaan tentunya kita memiliki cita-cita dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, bagi kita yang sedang bekerja tentunya kita mengharapkan pekerjaan kita ini boleh memberkati kehidupan kita, begitupun dalam kehidupan sebagai anak muda dalam pergaulan, bagi kita yang belum memiliki pasangan pastinya kita merindukan dan berharap kita memiliki pasangan, bagi mereka yang telah berpasangan dalam hal ini sedang pacaran pastinya kita mengharapkan pasangan kita adalah yang terbaik untuk kita, dan bagi mereka yang telah menentukan pilihan mereka pada pasangannya pastinya berharap tentang pernikahan dan membentuk keluargga yang baru.
Nah teman-teman yang diberkati oleh Tuhan, cita-cita dan harapan kita tentunya harus kita bawa dalam doa, memohon kepada Tuhan Sang Pencipta untuk kiranya dapat mewujudkan cita-cita dan harapan kita masing-masing. Namun demikian banyak diantara kita ketika kita berdoa terkadang lewat kata-kata doa kita, seakan-akan kita sedang mendikte Tuhan atau sedang memaksakan kehendak kita kepada Tuhan untuk dapat se-segera mungkin mengabulkan doa kita. Siapakah kita sehingga kita mendikte atau memaksakan kehendak kita kepada Tuhan..?? “dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik” (Matius 6:5a)
Tuhan adalah agung dan pemurah bahkan panjang sabar, maka kita sebagai anak dan hambanya ketika kita memohon kepadaNya hendaknya merendahkan diri dan bermohon bukan memaksakan doa kita sehingga selanjutnya biarkan kuasa Tuhan yang bekerja bukanlah kuasa kita, maka Tuhan akan memperhatikan doa kita. “..tetapi jika engkau berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6)
Teman-teman yang diberkati Tuhan, biarlah kita menyerahkan seluruh cita-cita dan harapan kita kepada Tuhan dan biarlah Tuhan yang akan mengatur kehidupan kita lewat tanganNya yang penuh kuasa. Ketika kita berdoa untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang ini, tetapi akhirnya kita mendapatkan pekerjaan lainnya yakinkanlah itu sebagai cara Tuhan untuk memberkati anda sekalian. Terkadang jawaban doa yang sampai kepada kita berbeda dengan permohonan kita, janganlah kita berkeluh kesah, tetap jalani dan berusaha dengan keyakinan Tuhan tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk bagi kita melainkan Tuhan telah merancangkan damai sejahtera bagi kita semua yang selalu berharap kepadaNya.

“..karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepadaNya.” (Matius 6 :8b)

Indra 04-03-2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar