Minggu, 09 Maret 2014

Kesetiaan Adalah Modal Kemenangan

 “… Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.” (Ayub 1 : 1-22)

Teman-teman pasti tau tentang cerita Ayub, dia adalah seorang yang kaya raya dan berkelimpahan secara harta. Namun demikian walaupun dia seorang yang kaya dia tetap menjadi seorang yang sangat taat kepada Tuhan Allah. Dia adalah orang yang mendapatkan ujian yang paling berat sepanjang sejarah Alkitab. Dia secara tiba-tiba menjadi miskin, seluruh hartanya dirampas oleh orang-orang Syeba dan orang-orang Kasdim, bahkan tidak berhenti sampai di situ penderitaan Ayub, anak-anaknya pun semuanya tewas ditelan badai yang merobohkan rumah dimana mereka berada. Ayub sendiri mendapatkan penyakit yang sangat mengenaskan bahkan sampai istrinya menyuruh Ayub untuk mengutuki Tuhan Allah.
Dari serangkaian peristiwa yang dialami oleh Ayub ini, secara manusia saat ini tentunya diantara kita tidak ada yang sanggup tahan dari peristiwa tersebut, namun Ayub oleh karena iman dan kepercayaannya kepada Tuhan yang memberikan kehidupan, dia akhirnya memperoleh kemenangan atas ujian tersebut.
Teman-teman pemuda yang diberkati oleh Tuhan, dalam kehidupan masa muda kita ini, kita dituntut untuk tetap setia kepada Tuhan ketika diperhadapkan dengan ujian-ujian masa kini. Memang diantara kita mungkin saat ini sedang diperhadapkan dengan pergumulan yang menurut kita adalah pergumulan yang paling berat, namun marilah kita tetap setia kepada Tuhan sambil mengimani bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita semua.

Ujian bagi kita sebagai pemuda saat ini cendrung kepada bagaimana kita menahan keinginan kita terhadap hal-hal yang akhirnya membawa kita kepada kesengsaraan. Saat muda adalah saat dimana kita menyusun kehidupan kita agar dimasa tua kita dapat hidup tenang bersama dalam genggaman tangan Tuhan. Tentunya itu akan sangat mungkin jika selama kita muda, kita mampu hidup berdasarkan Firman yang diajarkan Tuhan bagi kita, agar kita bisa menjadi orang-orang pemenang seperti Ayub yang menang atas penderitaannya.

"..Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apayang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukanya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." (2Korintus 5:10)

Senin, 03 Maret 2014

Doa Dan Cita-cita

Sebagai anak muda kita pasti memiliki cita-cita dan harapan, kita sebagai siswa dan mahasiswa tentunya kita memiliki harapan untuk sukses dalam bangku pendidikan, kita yang sedang mencari pekerjaan tentunya kita memiliki cita-cita dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, bagi kita yang sedang bekerja tentunya kita mengharapkan pekerjaan kita ini boleh memberkati kehidupan kita, begitupun dalam kehidupan sebagai anak muda dalam pergaulan, bagi kita yang belum memiliki pasangan pastinya kita merindukan dan berharap kita memiliki pasangan, bagi mereka yang telah berpasangan dalam hal ini sedang pacaran pastinya kita mengharapkan pasangan kita adalah yang terbaik untuk kita, dan bagi mereka yang telah menentukan pilihan mereka pada pasangannya pastinya berharap tentang pernikahan dan membentuk keluargga yang baru.
Nah teman-teman yang diberkati oleh Tuhan, cita-cita dan harapan kita tentunya harus kita bawa dalam doa, memohon kepada Tuhan Sang Pencipta untuk kiranya dapat mewujudkan cita-cita dan harapan kita masing-masing. Namun demikian banyak diantara kita ketika kita berdoa terkadang lewat kata-kata doa kita, seakan-akan kita sedang mendikte Tuhan atau sedang memaksakan kehendak kita kepada Tuhan untuk dapat se-segera mungkin mengabulkan doa kita. Siapakah kita sehingga kita mendikte atau memaksakan kehendak kita kepada Tuhan..?? “dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik” (Matius 6:5a)
Tuhan adalah agung dan pemurah bahkan panjang sabar, maka kita sebagai anak dan hambanya ketika kita memohon kepadaNya hendaknya merendahkan diri dan bermohon bukan memaksakan doa kita sehingga selanjutnya biarkan kuasa Tuhan yang bekerja bukanlah kuasa kita, maka Tuhan akan memperhatikan doa kita. “..tetapi jika engkau berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6)
Teman-teman yang diberkati Tuhan, biarlah kita menyerahkan seluruh cita-cita dan harapan kita kepada Tuhan dan biarlah Tuhan yang akan mengatur kehidupan kita lewat tanganNya yang penuh kuasa. Ketika kita berdoa untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang ini, tetapi akhirnya kita mendapatkan pekerjaan lainnya yakinkanlah itu sebagai cara Tuhan untuk memberkati anda sekalian. Terkadang jawaban doa yang sampai kepada kita berbeda dengan permohonan kita, janganlah kita berkeluh kesah, tetap jalani dan berusaha dengan keyakinan Tuhan tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk bagi kita melainkan Tuhan telah merancangkan damai sejahtera bagi kita semua yang selalu berharap kepadaNya.

“..karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepadaNya.” (Matius 6 :8b)

Indra 04-03-2014