“… Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa
dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.” (Ayub 1 : 1-22)
Teman-teman pasti tau tentang cerita Ayub, dia adalah seorang
yang kaya raya dan berkelimpahan secara harta. Namun demikian walaupun dia
seorang yang kaya dia tetap menjadi seorang yang sangat taat kepada Tuhan
Allah. Dia adalah orang yang mendapatkan ujian yang paling berat sepanjang sejarah
Alkitab. Dia secara tiba-tiba menjadi miskin, seluruh hartanya dirampas oleh
orang-orang Syeba dan orang-orang Kasdim, bahkan tidak berhenti sampai di situ
penderitaan Ayub, anak-anaknya pun semuanya tewas ditelan badai yang merobohkan
rumah dimana mereka berada. Ayub sendiri mendapatkan penyakit yang sangat
mengenaskan bahkan sampai istrinya menyuruh Ayub untuk mengutuki Tuhan Allah.
Dari serangkaian peristiwa yang dialami oleh Ayub ini,
secara manusia saat ini tentunya diantara kita tidak ada yang sanggup tahan
dari peristiwa tersebut, namun Ayub oleh karena iman dan kepercayaannya kepada
Tuhan yang memberikan kehidupan, dia akhirnya memperoleh kemenangan atas ujian
tersebut.
Teman-teman pemuda yang diberkati oleh Tuhan, dalam
kehidupan masa muda kita ini, kita dituntut untuk tetap setia kepada Tuhan
ketika diperhadapkan dengan ujian-ujian masa kini. Memang diantara kita mungkin
saat ini sedang diperhadapkan dengan pergumulan yang menurut kita adalah
pergumulan yang paling berat, namun marilah kita tetap setia kepada Tuhan
sambil mengimani bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita semua.
Ujian bagi kita sebagai pemuda saat ini cendrung kepada
bagaimana kita menahan keinginan kita terhadap hal-hal yang akhirnya membawa
kita kepada kesengsaraan. Saat muda adalah saat dimana kita menyusun kehidupan
kita agar dimasa tua kita dapat hidup tenang bersama dalam genggaman tangan Tuhan.
Tentunya itu akan sangat mungkin jika selama kita muda, kita mampu hidup
berdasarkan Firman yang diajarkan Tuhan bagi kita, agar kita bisa menjadi
orang-orang pemenang seperti Ayub yang menang atas penderitaannya.
"..Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apayang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukanya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." (2Korintus 5:10)