Minggu, 23 Februari 2014
Mendaki Gunung Kehidupan
"Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia"
(Filipi 1:29)
Kehidupan ini ibarat gunung yang sangat tinggi, hanya orang yang siap yang mampu mendaki sampai ke puncaknya. Siap dalam hal ini adalah memiliki mental yang sangat kuat, berkomitmen tinggi pada pribadi, siap secara lahir dan batin dalam menghadapi segala tantangan yang akan ditemui ketika mendaki puncak kehidupan.
Sebagai anak muda, kita telah dikaruniakan oleh Tuhan talenta-talenta yang berbeda, maka kita memiliki cara yang berbeda pula ketika mencapai puncak dari kehidupan kita masing-masing. Namun yang harus kita ingat sebagai anak muda adalah puncak kehidupan adalah kehidupan yang kekal ketika diam bersama-sama dengan Tuhan di dalam sorga, karena itu apapun usaha kita dalam mendaki gunung kehidupan ini, hendaklah kita menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai pemandu jalan kita.
Anak muda di jaman sekarang tidak jarang harus menyerah ditengah jalan ketika menemui tantangan dan hambatan yang menghalangi perjalanan mereka menuju puncak kehidupan, mengapa?? karena mereka tidak bersedia menerima penderitaan oleh karena tantangan dan hambatan dalam kehidupan. Mereka berhenti di tengah jalan dan melepaskan diri dari tangan Tuhan sebagai penuntunnya dan berpaling pada jalan yang lain sehingga mereka terjerumus dalam jurang dosa dan kebinasaan.
Tentunya sebagai anak muda kita pasti mendambakan hidup yang selalu diberkati dan dalam genggaman tangan Tuhan. Untuk itu hendaknya kita selalu berpegang teguh pada tangan Tuhan dan mempersiapkan diri kita dengan pekal Firman dan menuju pada arah yang di arahkan oleh Tuhan.
Hiduplah bersama Kristus agar senantiasa penderitaan akan terasa enteng ketika bersama Tuhan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar